3. Asus A442UQ, Ideal untuk Kebutuhan Komputasi Harian

7 Penyebab dan Cara Mengatasi Laptop Lemot yang Baik dan Benar

Pernahkah laptop kamu menjadi lemot saat sedang mengerjakan tugas kuliah atau tugas kantor yang harus segera dikumpulkan? Hal tersebut tentu saja menyebalkan, apalagi ketika kamu sudah dituntut oleh bos untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Belum lagi jika kamu sedang presentasi di kantor dan laptop kamu seketika menjadi lemot.

Bisa-bisa kamu malu dibuatnya. Laptop yang sering membantu kamu dalam kehidupan sehari-hari bagaimanapun tetaplah barang elektronik yang bisa mengalami penurunan fungsi. Ini tetap berlaku meskipun mungkin saja spesifikasi laptop kamu sudah cukup mumpuni atau harganya cukup mahal.

Ketika hal tersebut terjadi, kamu cukup mengetahui langkah sederhana dari mengatasi laptop lemot ini. Namun sebelum kamu mengetahui cara mengatasi laptop lemot yang benar, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa saja penyebab laptop bekerja lebih lambat dari biasanya. Berikut adalah ulasan penyebab dan cara mengatasi laptop lemot yang bisa kamu coba di rumah.

1. Aplikasi yang Terlalu Banyak dapat Membuat Laptop Lemot, Uninstall Saja yang Tidak Perlu

Pertama kali memiliki laptop kamu tentunya sangat bersemangat untuk mencoba berbagai macam aplikasi yang tersedia di dalamnya. Bila perlu kamu akan mengunduh aplikasi baru yang bisa menghibur kamu. Tetapi ternyata banyaknya aplikasi yang ada di laptop kamu dapat menjadi faktor penyebab laptop menjadi lemot.

Aplikasi yang terlalu banyak dapat memenuhi Drive C kamu, yang mana ketika terlalu penuh maka sistem akan lambat dalam membaca hardisk laptop. kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk meng-uninstall beberapa aplikasi yang tidak pernah dipakai atau yang sudah tidak kamu perlukan untuk mempercepat kinerja laptop kamu kembali.

2. RAM Rendah Mempengaruhi Laptop Menjadi Lemot, Tambah Kapasitas RAM kamu Sekarang

Laptop sebenarnya memiliki kapasitas RAM yang berbeda. Biasanya semakin murah harga sebuah laptop, semakin kecil pula kapasitas RAM yang disediakan di dalamnya. Kapasitas kecil dari RAM ini tentu saja akan memengaruhi laptop kamu dalam bekerja. Jangan berharap laptop kamu akan kencang dan stabil dengan segala aplikasi di dalamnya jika RAM yang dimiliki masih terbatas. Karena dapat membuat laptop lemot, sebaiknya kamu memikirkan untuk membeli RAM yang lebih besar demi kerja laptop yang kencang. kamu cukup menyisihkan uang kamu sesuai dengan harga RAM yang kamu incar. Namun ingat, membeli RAM juga harus disesuaikan dengan spesifikasi pada laptop. Jangan malas mengeceknya ya.

3. Spesifikasi Laptop yang Tidak Sesuai dengan Aplikasi Membuat Laptop Lemot, Jangan Paksakan

Selain karena kapasitas RAM yang terbatas, laptop juga bisa lemot jika kinerja RAM terlalu dipaksakan dengan membuka banyak aplikasi tidak penting. Kelebihan suatu alat elektronik di dunia yang semakin modern ini memungkinkan orang dapat mengakses banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Tetapi kamu tidak bisa terus begitu jika masih sayang dengan laptop kamu. Sebagai contoh, dengan laptop kamu bermain game dengan kapasitas yang besar. kamu kemudian menunda permainan tetapi tidak menutup aplikasinya. Lantas kamu ingat harus menyelesaikan tugas kantor. kamu membuka Microsoft Word dan mulai menulis. Di tengah kegiatan menulis kamu, kamu bosan dan ingin mendengarkan lagu. kamu lalu membuka aplikasi lagu dan memutarnya. Beberapa aplikasi yang dicontohkan di atas termasuk aplikasi yang berat. Jika kamu terlalu sering melakukan ini, secara otomatis laptop kesayangan kamu memang akan lemot. Sekali lagi, penyesuaian aplikasi yang dibuka terhadap spesifikasi laptop memang sangat penting kamu pahami. Aktifkan juga task manager untuk mengontrol RAM yang digunakan saat aplikasi berjalan.

4. Virus Berperan dalam Membuat Laptop Lemot, Install dan Update Antivirus kamu Secara Berkala

Seorang manusia yang tubuhnya dimasuki oleh virus akan membuatnya merasa tidak sehat dan lambat dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Seperti itu jugalah benda mati bernama laptop. Virus yang memasukinya akan membuat sistemnya menjadi lemah dan berdampak pada kerja yang lambat. Meskipun terdengar cukup klasik, virus yang menyebabkan laptop lemot ini memang cenderung sulit dihindari. Untuk meminimalisirnya, kamu bisa mencari rekomendasi antivirus yang sering digunakan oleh orang-orang dan meng-install aplikasi antivirus tersebut. Jika sudah punya, jangan lupa terus meng-update dan menggunakannya dengan baik.

5. Saatnya Mengganti Harddisk Tua Kamu dengan SSD

Usia harddisk yang sudah cukup tua menjadi faktor selanjutnya yang dapat memperlambat kinerja laptop kamu. Hardisk yang penuh tentu saja karena terlalu banyak data tidak penting yang kamu simpan tanpa dihapus secara berkala. Para pakar mengatakan bahwa harddisk yang sudah terisi sampai 95% dapat memperlambat laptop hingga 50%. Sebagai solusinya, kamu dapat mengganti harddisk tua yang terlalu penuh itu dengan SSD. Mungkin kamu cukup khawatir dengan ini. Namun tenang saja, sudah banyak orang yang membuktikan bahwa mengganti harddisk ke SSD dapat membuat proses booting di dalam laptop lebih cepat dan secara tidak langsung kinerja laptop kamu juga akan meningkat.

6. Drive C Perlu Dibersihkan

Laptop juga layaknya manusia yang akan sakit ketika sudah berusia tua. Ia harus diperhatikan dan dirawat apalagi jika usianya sudah menginjak 3 tahun. Optimalisasi kerja di dalam laptop tersebut tentu saja akan berkurang bila usia kepemilikannya memang sudah agak lama. Maka dari itu tugas kamu sebagai pemiliknya dalam memerhatikan laptop kamu dengan baik. Salah satu solusinya adalah kamu dapat melakukan pembersihan pada Drive C milik kamu secara berkala. Caranya adalah dengan menghapus atau meng-uninstall program dan aplikasi yang tidak kamu butuhkan lagi atau aplikasi yang justru memberatkan laptop kamu selama ini. Dengan cara seperti itu, kamu dapat memperbaiki lagi kinerja laptop kamu yang sempat lemot.

7. Hawa Panas Pada Laptop Dapat Membuat Lemot, Coba Gunakan Cooling Pad

Mungkin kamu pernah merasakan hawa panas yang muncul dari bagian bawah laptop kesayangan kamu ketika sudah digunakan terlalu lama. Hawa panas tersebut ternyata juga dapat menyebabkan laptop bekerja lebih lambat dari biasanya. Apabila sudah seperti itu, kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan cooling pad sesegera mungkin. Laptop memang kadang terasa panas jika hanya diletakkan di atas pangkuan kamu atau di meja begitu saja.

Cooling Pad dapat mendinginkan bagian bawah laptop kamu dengan cara mengipasnya. Selain itu ada juga vacuum cooler yang dapat menghisap udara panas dalam laptop. Kedua alat tersebut berfungsi untuk menjaga suhu laptop kamu tetap stabil ketika digunakan. Sebagai tambahan, kamu juga sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan laptop dengan cara dipangku atau diletakkan dalam secara tidak rata. Selain mudah merusak laptop, suhu panas juga akan lebih cepat datang dan masuk ke dalam laptop kamu. Tentunya hal ini berpengaruh pada kerja laptop tersebut.

Nah, itulah tadi berbagai penyebab laptop kamu menjadi lemot ketika digunakan. Mulai sekarang kamu juga sudah bisa mempraktikkan cara-cara dalam mengatasi laptop lemot di atas sebelum memutuskan untuk membawanya ke tempat servis laptop. Selain dapat menghabiskan lebih banyak uang, sebenarnya kamu sendirilah yang lebih memahami spesifikasi dari laptop kamu.

Tetapi ingatlah untuk selalu merawat laptop kamu dengan baik. Sebab bukan hanya satu permasalahan laptop yang bisa kamu temukan, tetapi ada banyak jika kamu tidak pandai dalam merawat laptop kamu. Untuk mengatasi laptop lemot seorang diri, kamu juga dapat mengandalkan tutorial di berbagai media yang bisa kamu ikuti jika masih kurang paham bagaimana melakukannya.

Tinggalkan komentar