3. Asus A442UQ, Ideal untuk Kebutuhan Komputasi Harian

Komponen, Cara Kerja dan Kegunaan SSD pada Laptop

SSD atau solid state drive merupakan media penyimpanan tercanggih saat ini. Dahulu penyimpanan data menggunakan floopy disk dan kemudian digeser dengan adanya hard disk. Saat ini mungkin SSD dapat menggeser fungsi dari hard disk. Kegunaan SSD pada laptop sama seperti hard disk, yaitu untuk menyimpan data dalam kapasitas besar. Perbedaannya adalah harddisk masih menggunakan cara mekanik untuk mengambil dan menyimpan data, sedangkan SSD sudah menggunakan cara elektrik, sehingga lebih cepat dalam mengambil dan menyimpan data.

Komponen SSD

Komponen utama dari SSD adalah flash memory berbasis NAND dengan jenis memori non-volatile. Memori ini dapat menyimpan data walaupun arusnya dimatikan. Memori non-volatile pada dasarnya mirip dengan memori flash drive. Namun, masih banyak yang meragukan ketahanan data yang tersimpan pada memori ini. Padahal dengan teknologi canggih saat ini, data yang tersimpan pada memori ini tahan hingga 200 tahun.

Dahulu, hard disk sering digunakan sebagai media penyimpanan pada pc ataupun laptop. Kegunaan SSD pada laptop yang mampu menyimpan data dalam kapasitas yang besar dan lebih cepat menggeser penggunaan hard disk. Perbedaan komponen harddisk dan SSD adalah SSD menyimpan semua data ke dalam chip-chip memori seperti pada flashdisk, sedangkan perbedaan antara SSD dengan flashdisk adalah kecepatan penyimpanan pada SSD jauh lebih cepat dibandingkan dengan flashdisk berkapasitas sama.

Selain itu, SSD juga memiliki kinerja booting dan kecepatan baca dan tulis yang tinggi untuk melakukan berbagai tugas. Kecepatan booting SSD bisa mencapai 8 kali kecepatan hard disk dan hanya memerlukan waktu beberapa detik saja. Hal ini disebabkan karena SSD tidak menggunakan piringan yang berputar secara elektrik seperti hard disk. SDD telah bergerak secara elektrik, sehingga tidak membatasi kemampuan kerjanya.

Cara Kerja SSD

Cara kerja SSD hampir sama dengan flash memori serta nyaris sama dengan RAM. Perbedaan SSD dengan RAM terletak pada cara menyimpan data. Pada RAM, data akan tersimpan jika komputer atau laptop dinyalakan, sedangkan SSD dapat menyimpan data ketika komputer atau laptop dimatikan.

Pada dasarnya kegunaan SSD pada laptop atau komputer sama seperti komponen RAM ataupun flash memory yaitu untuk menyimpan data atau informasi. Perbedaannya hanya pada cara kerjanya saja, SSD sudah dilengkapi jaringan elektrik sehingga dapat menyimpan dan memanggil data dengan cepat. Jaringan listrik akan terbagi menjadi beberapa page, dan sejumlah page akan dikumpulkan menjadi satu block. Saat page dalam block tidak lagi digunakan, maka SSD akan menghapus block tersebut secara keseluruhan.

SSD baru yang hanya memiliki sedikit page akan berjalan dengan cepat. Namun, jika SSD sudah kehabisan page, akan menyebabkan banyak page yang berantakan. Jika tetap ingin menyimpan data dalam kondisi SSD yang telah kehabisan page, maka drive otomatis akan melakukan skema berikut, mencari block dengan page kosong yang masih cukup, menaruh dan menyimpan page apa saja yang masih cukup pada block tersebut, melakukan reset page dalam block tersebut, melaksanakan penulisan ulang ke dalam page pada block yang telah direset, dan terakhir menuliskan data baru.

Fungsi dan kegunaan SSD

Secara umum kegunaan SSD pada laptop adalah untuk menyimpan data dan informasi. Namun, jika dibandingkan dengan hard disk, SSD lebih cepat dalam mengambil dan menyimpan data. Laptop yang menggunakan SSD akan memiliki performa yang lebih cepat dibandingkan dengan laptop yang menggunakan hard disk.

Saat ini telah dikembangkan teknologi yang memungkinkan akses data dengan sangat cepat. NVMe merupakan instruksi baru yang dikembangkan khusus untuk SSD, sehingga akses dalam menyimpan dan mencari data akan semakin cepat. NVMe telah digunakan beberapa produsen besar seperti Samsung, Intel, Sandisk, Dell, dan Seagate. NVMe diklaim mampu membaca data 65.536 perintah dalam waktu bersamaan dan tentunya jauh lebih cepat dibandingkan dengan ACHI. Hal inilah yang menyebabkan beberapa produsen menggunakan NVMe pada SSD.

Penggunaan NVMe sendiri harus dilengkapi dengan koneksi dengan kecepatan sangat tinggi. PCI Express menyediakan interkoneksi dengan kecepatan yang tinggi. PCIe 2.0 mampu mentransfer data hingga 500 mbps, sedangkan PCIe 3.0 mampu mentransfer hingga 985 mbps.

Perbedaan hard disk dan SSD

Seperti yang sudah diketahui bahwa kegunaan SSD pada laptop adalah sebagai memori untuk menyimpan berbagai data dan informasi. Fungsi SSD hampir sama dengan fungsi hard disk pada laptop atau komputer. Namun, sebenarnya SSD dan harddisk merupakan dua komponen yang berbeda. Agar lebih mengetahui tentang perbedaannya, simak penjelasan berikut.

1. Komponen dan cara kerja

Hard disk terdiri dari komponen mekanik dan elektronik, sedangkan SSD hanya memiliki komponen elektronik saja. Hard disk memiliki komponen mekanik berupa piringan, motor, dan lengan yang terhubung dengan piringan. Cara kerja pembacaan dan penulisan data dilakukan secara mekanik dengan menggerakkan piringan yang telah terhubung dengan komponen elektronik yang bertugas mengolah dan membaca data. Dengan kata lain cara kerja dari hard disk menggabungkan antara aktivitas mekanik dan elektronik.

Pada SSD proses pengolahan, pembacaan, dan penulisan data hanya dilakukan secara elektronik. SSD tidak dilengkapi dengan komponen mekanik seperti piringan, lengan, serta motor, tetapi dilengkapi dengan Integrated circuit atau IC, microchip, dan kapasitor. Proses pembacaan dan penulisan secara elektrik pada SSD, sama seperti pada flash disk dan memori RAM.

2. Ukuran dan berat

Komponen mekanik yang ada pada hard disk seperti piringan, motor, dan lengan piringan akan membatasi ukuran serta berat dari hard disk. Sedangkan pada SSD tidak ada batasan dalam berat maupun ukuran. Seiring dengan berkembangnya zaman, SSD dibuat semakin tipis, bahkan saat ini ada SSD yang berukuran 2,5 inci.

Tidak adanya komponen mekanik, membuat SSD dapat dibuat dengan tipis dan ringan. Pada laptop standart, SSD tersedia dengan ukuran 5-7 mm, sedangkan harddisk berukuran 7-9,5 mm.

3. Efek yang ditimbulkan

Adanya komponen mekanik pada hard disk akan memberikan beberapa efek samping, seperti konsumsi daya listrik yang lebih tinggi mencapai 6-7 watt, serta perputaran motor yang menghasilkan suara berisik dan panas yang berlebihan. Sedangkan SSD hanya membutuhkan daya yang rendah yaitu 2-3 watt, tidak menghasilkan suara berisik, serta suhu panas yang tidak setinggi hard disk.

4. Kecepatan baca tulis

SSD tidak menggunakan komponen mekanik, sehingga memiliki kecepatan boosting dan baca tulis yang maksimal dibandingkan dengan hard disk. Kecepatan baca tulis SSD bisa 8 kali lebih cepat dibandingkan hard disk. Pada SSD, kecepatan baca tulis mencapai 200-550 Mb/s, sedangkan pada hard disk hanya 50-120 Mb/s. Jika dilihat dari kecepatan booting, SSD hanya membutuhkan waktu 10-13 detik, sedangkan harddisk membutuhkan waktu 30-40 detik.

5. Fragmentasi

Ketika kapasitas hard disk penuh, maka data akan terpencar atau dikenal dengan fragmentasi. Namun, pada SSD data tidak akan terpencar dan tersimpan pada chip flash.

Tinggalkan komentar